almost Tip(e)s..
Dalam Sebuah hubungan, yang penting bukan bagaimana hubungan cinta bisa bertahan,melainkan bagaimana hubungan cinta bisa bertahan dengan sehat.
Sedikit tips dari mantan leboy yang sering tersakiti (dan menyakiti). Paling tidak hal ini bisa berguna untuk kepentingan kita semua dalam menjalani sebuah hubungan yang sehat.
Hubungan yang lama bukan berarti hubungan itu sehat, karena bisa saja masing-masing dari pasangan sudah tidak cocok dan nyaman dengan hubungan itu, namun karena sudah terbiasa dan tidak biasa tak ada si dia, akhirnya hubungan itu pun tetap berlanjut.Apakah kamu, anda, kalian semua pernah begitu? kalau pernah, mungkin ada baiknya dicoba hal berikut ini..
Pertama,
Dalam sebuah hubungan harus ada tiga komponen utama yang mengisi pilar dan jadi pondasi kelanggengan hubungan itu sendiri. Pertama passion, dalam hal ini badalah bagaimana kita mengapresiasikan perasaan kita dalam sebuah perasaan kagum dan mengagumin satu sama lain. Kedua, intimacy, bukan hanya berada dalam sebuah ruangan bersama dan menghabiskan waktu bersama saja yang kita lakukan, melainkan bagaimana kita bisa membuka diri terhadap pasangan kita dan sharing kegiatan bersama si dia. Dan ketiga, commitment, ini kondisi dimana kita harus mempunyai sebuah visi misi bersama untuk kedepannya. Dan jika bisa, tambahkan sedikit bumbu romantisme, rasa humor dan loyalitas terhadap pasangan.
Kedua,
Win – win solution. Itulah prinsip bercinta. Bagi anda, kamu, dan kalian semua yang sedang mencari sebuah jati diri masa depan, alias mencari pasangan hidup yang benar-benar selamanya. Jangan pernah berfikir bahwa kita harus mendapatkan yang sempurna. Nobody’s perfect. Dalam sebuah hubungan, kita sama-sama memberi dan menerima. Saling mengisi kekurangan satu sama lain.
Jangan sampai hanya karena sahabat kita menikah dengan pacar yang kaya dan cantik, lantas kita akhirnya berfikir untuk mendapatkan hal yang sama. Buat apa kita mengejar apa yang seharusnya tidak kita kejar. Do what we can do. Menjadi diri sendiri saat mendapatkan sesuatu lebih berharga nilai nya ketimbang kita harus menjadi orang lain untuk sebuah hasil yang sia-sia. Yang diperlukan hanya sedikit kompromi dan mencari win-win solution bersama guna mengisi kekurangan satu sama lain.
Berani memberi dan menerima. Itulah konsep utama mencintai..
Ketiga,
Saat si dia sedang berargumentasi dan berdebat dengan anda, ada baiknya kita membiasakan diri untuk memulainya denga kata “aku” bukan “kamu”, agar tak memberikan kesan bahwa kita menyalahkan. Tidak ada seorangpun yang mau disalahkan, apalagi saat emosi sedang memuncak. Yang ada malah permasalahan makin meledak dan muncul masalah baru lagi. Balik
may be that’s it..
enogh for tonight..
kali aja berguna..
“Love is a temporary madness. It erupts like an earthquake and then subsides. And when it subsides you have to make a decision. You have to work out whether your roots have become so entwined together that it is inconceivable that you should ever part. Because this is what love is. Love is not breathlessness, it is not excitement, it is not the promulgation of promises of eternal passion. That is just being “in love” which any of us can convince ourselves we are. Love itself is what is left over when being in love has burned away, and this is both an art and a fortunate accident. Your mother and I had it, we had roots that grew towards each other underground, and when all the pretty blossom had fallen from our branches we found that we were one tree and not two.”
-St. Augustine
mip..
